Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kalsel Tahun 2017 mengalami defisit

Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan saat wawancara media usai Rapat Paripurna DPRD Kalsel di Banjarmasin, Selasa (22/8/2017)

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel – Sahbirin Noor yang diwakili Wakil Gubernur Rudy Resnawan pada rapat paripurna DPRD Kalsel dengan agenda penjelasan Gubernur Kalsel terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017, di Banjarmasin, Selasa (22/08/2017).

Ia menjelaskan dalam raperda Perubahan APBD 2017, pendapatan sebesar Rp. 6.014.323.859.408,- dan belanja Rp. 6.380.081.062.997,- sehingga terdapat selisih kurang sebesar Rp. 365.757.203.589,- yang akan ditutupi oleh pembiayaan netto dari pembiayaan daerah.

Dimana pembiayaan daerah pada rancangan APBD 2017 terdiri atas penerimaan pembiayaan yang dianggarkan sebesarRp.397.257.203.589,- yang terdiri dari silpa tahun anggaran sebelumnya dan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 31.500.000.000,- yang dialokasikan untuk penyertaan modal daerah kepada Bank Kalsel sesuai Perda Nomor 18 Tahun 2019 tentang penambahan penyertaan modal kepada BPD Kalsel dan Bank Perkreditan Rakyat yang merupakan anggaran dalam APBD murni 2017. Sehingga tidak ada penambahan penyertaan modal dalam raperda perubahan APBD 2017 ini. Maka jumlah penerimaan dikurangi dengan jumlah pengeluaran pembiayaan inilah yang merupakan sisa pembiayaan netto yang digunakan untuk memenuhi selisih kurang atas pendapatan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih