Tarian Baksa Kembang

Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan bersama jajaran Kejaksaan Tinggi Kalsel,menyambut kedatangan H. Abdul Muni, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan yang baru di VIP Room Bandara Syamsudin Noor di iringi dengan Tarian Baksa Kembang (01/3). MC Kalsel/Scw.

Tari Baksa Kembang berasal dari daerah Banjar, Kalimantan Selatan sebagai tarian untuk menyambut tamu. Tarian ini biasanya ditarikan oleh satu ataupun beberapa penari wanita, namun harus berjumlah ganjil. Awal mulanya sekitar abad-15 sebelum masehi, seorang Pangeran bernama Suria Wangsa Gangga di Kerajaan Dipa dan Daha di Pulau Kalimantan mempunyai seorang kekasih bernama Putri Kuripan.

Satu peristiwa di waktu yang lain adalah saat putri Kuripan memberikan setangkai bunga teratai merah kepada Pangeran. Peristiwa itu merupakan cikal bakal lahir tarian Baksa Kembang di Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Tari Baksa Kembang ada sejak sebelum pemerintahan Sultan Suriansyah Raja pertama Kerajaan Banjar. Tarian ini diciptakan satu masa dengan tari Baksa lainnya, seperti Baksa Dadap, Baksa Lilin, Baksa Panah dan Baksa Tameng pada zaman Hindu sebelum Islam datang.
Tarian Baksa Kembang adalah Tarian untuk menyambut tamu-tamu kehormatan atau kerabat kerajaan. Tarian ini juga dilakukan oleh masyarakat umum dalam acara-acara pernikahan atau acara-acara adat lainnya.
Pada awalnya tarian ini adalah tarian yang berada di lingkungan kerajaan. Kemudian disuatu waktu, kerajaan membuka akses kerajaan bagi masyarakat sehingga kebudayaan di kerajaan terbawa sampai ke masyarakat umum. Saat ini, Tarian Baksa Kembang masih dipakai untuk menyambut para tamu-tamu yang dihormati, meskipun masih banyak penari tarian Baksa Kembang belum memahami arti dan nilai tarian Baksa Kembang.
Baksa memiliki arti kelembutan. Tarian Baksa kembang adalah bentuk kelembutan tuan rumah dalam menyambut tamu yang dihormati. Sambutan tersebut dilakukan dengan cara Penari Baksa Kembang memberikan rangkaian bunga kepada tamu yang dihormati. Selain itu, rangkaian bunga yang diberikan kepada tamu kehormatan merupakan rangkaian bunga perpaduan dari bunga mawar dan melati yang disebut oleh masyarakat setempat Kembang Bogam. MC Kalsel/Scw

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih