Langkah Strategis Disbunnak Kalsel Bangun Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, memberikan keterangan terkait pembangunan kelapa sawit berkelanjutan, Banjarbaru, Kamis (15/10/2020). MC Kalsel/scw

Dalam rangka membangun perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan telah mengambil langkah-langkah strategis, seperti peremajaan sawit rakyat dengan target pasar seluas 2.800 hektar di tahun 2020.

Selain itu, Disbunnak Kalsel juga berupaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan Petani kelapa sawit serta memfasilitasi akses jalan dan transportasi untuk memudahkan distribusi.

“Saat ini, kami meningkatkan kapasitas kelembagaan Petani kelapa sawit sebagai upaya meningkatkan daya tawar dan kesejahteraan Petani sawit serta peningkatan sarana dan prasarana melalui pemberian bantuan jalan kebun dan jembatan kebun, mesin pertanian serta alat transportasi melalui dana BPDPKS serta dukungan dari dana APBN dan APBD provinsi kabupaten/kota,” kata Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, Banjarbaru, Kamis (15/10/2020).

Tidak hanya itu, Disbunnak Kalsel juga mendorong Petani kelapa sawit untuk membangun kemitraan dengan industri.

Dikatakan Suparmi, perkebunan merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional, karena memiliki peran dalam peningkatan pendapatan, penyerapan, tenaga kerja, penerimaan devisa, Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kalsel memiliki luas areal kelapa sawit yang berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 833/KPTS/SR.020/M/12/2019 tentang Penetapan Luasan Tutupan Kelapa Sawit Indonesia tahun 2019 mencapai 549.953 hektar,” ucap Supami.

Sedangkan, untuk jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit tercatat ada 97 perusahaan dan mampu menyerap 71.066 pekerja.

“Untuk jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada sebanyak 97 perusahaan, dengan pabrik CPO sebanyak 39 PKS dengam penyerapan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit sebanyak 71.066 orang,” kata Suparmi.

Kedepan, Suparmi berharap semua pihak terus bekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan perkebunan di Kalsel.

‚ÄúPerkebunan merupakan subsektor pertanian yang mampu bertahan di masa pandemi, komoditas kelapa sawit merupakan sektor paling tangguh dan menjadi penolong perekonomian,” kata Suparmi. MC Kalsel/scw

Mungkin Anda Menyukai