Bawaslu Kalsel Himbau ASN Tetap Netral di Pilkada 2020

Anggota Bawaslu Kalsel, Nor Kholis Majid saat memberikan keterangan terkait netralitas ASN, Banjarmasin, Senin (28/9/2020). MC Kalsel/Fuz

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Selatan menghimbau kepada seluruh ASN di Kalsel untuk bersikap netral terhadap Pilkada 2020.

Bawaslu Kalsel akan melakukan pengawasan dan pencegahan dengan konsep berbentuk himbauan atau sosialisasi terhadap seluruh ASN di Kalsel.

Nor Kholis Majid, Anggota Bawaslu Kalsel menyampaikan, bahwa ada dua pelanggaran yang dapat dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Kedua mekanisme tersebut yakni netralitas rezim administratif dan rezim pemilihan.

“Pada rezim administratif, apabila ASN melakukan pelanggaran ada Komisi Aparatur Sipil Negara yang bisa menegakkannya. Jadi misalkan pelanggarannya ASN ikut partai politik dengan pencalonan maupun dalam proses pemilu maka kita bisa rekomendasikan ke KASN untuk diberikan tindakan etik atau diturunkan kepangkatannya,” ucap Majid, Banjarmasin, Senin (28/9/2020).

Landasan yang dimaksud tertuang di undang-undang Nomor 10 pasal 71, bahwa keterlibatan ASN itu tidak diperbolehkan di dalam proses pemilu. Artinya baik memberikan like, datang saat kampanye atau memberikan komentar tidak diperbolehkan.

“Catatan tersebut menjadi bukti bahwa pelanggar untuk melibatkan dirinya dalam proses politik praktis,” tutupnya. Mc Kalsel/Fuz

Mungkin Anda Menyukai

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih