Bekraf dan BNI Syariah Gandeng Ekrafprenier Banjarmasin Ikut Duerueham 2019

Suasana pembukaan Roadshow Duerueham 2019, di Rattan Inn Hotel Banjarmasin, Selasa (14/5/2019). Kegiatan ini diikuti sebanyak 150 pelaku usaha ekonomi kreatif. MC Kalsel/Jml

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Bank Negara Indonesian (BNI) Syariah mengajak entrepenuer kreatif (ekfrafprenuer) dan pengusaha rintisan (startup) syariah di Kota Banjarmasin untuk mengikuti Duerueham 2019.

Duerueham memberikan peluang kepada ekrafprenuer dan startup syariah dari empat kategori yakni, jasa kreasi digital, teknologi, kuliner, serta kriya dan desain produk untuk berkompetisi guna mendapatkan total pembiayaan sebesar Rp 20 Miliar.

Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu mengatakan pelaksanaan sosialisasi  Duerueham 2019 dilakukan di enam kota dan Banjarmasin menjadi kota yang keempat dalam pelaksanaannya.

“Bekraf dan BNI Syariah bersinergi meningkatkan kesiapan dari sisi kapasitas dan akses permodalan kepada ekrafprenuer dan startup syariah untuk memenuhi kebutuhan halal lifstyle yang berkembang secara global” kata Yuke pada pembuka Roadshow Duerueham 2019, di Rattan Inn Hotel, Banjarmasin, Selasa (14/5/2019).

Sementara GM Micro Business Division BNI Syariah, Budi Aristianto mengatakan program ini bisa menjadi media bagi peserta untuk self and business development, dengan harapan materi-materi yang didapat melalui program ini dapat di aplikasikan pada usaha mereka, sehingga mampu mendorong pertumbuhan wirausaha kreatif syariah di Indonesia.

“Lalu, diharapkan juga melalui program ini dapat membuat suatu keterikatan yang menjembatani BNI Syariah dengan Bekraf untuk selalu memberikan monitoring berkelanjuta kepada para alumni Deurueham nantinya, juga menjadi media bagi kami untuk dapat memberikan akses permodalan bagi usaha kreatif lewat perbankan syariah” ujar Budi.

Ditempat yang sama, Salahudin Bahri, pelaku usaha bumbu goreng Saraba Kawa Banjarmasin mengatakan, permasalah yang dialami oleh pelaku usaha tidak hanya modal tetapi juga kapasitas SDM nya.

“Banyak sekali yang harus ditingkatkan dari kapasistas SDM nya, seperti kemampuan desain kemasan, manajemen keuangan” ujarnya.

Ditambahkannya, modal adalah permasalahan klise bagi para pelaku usaha, modal tidak harus dalam bentuk uang, namun juga bisa dalam bentuk fasilitas pendukung  produksi.

“Diharapkan melalui kegiatan Duerueham ini, teman-teman UMKM di Banajrmasin bisa menambah ilmu pengatahuan dan ¬†menjalin sinergi dengan Bekraf untuk pelatihan-pelatihan kedepannya” Ujar Bahri. MC Kalsel/Jml

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *