Tanami Hutan Hujan Tropis

Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor (kaos hitam) menanam pohon ulin saat memperingati Hari Rimbawan ke-36, Dinas Kehutan Provinsi Kalimantan Selatan mengelar senam bersama dan menanam pohon dilokasi Miniatur Hutan Hujan Tropis, Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru, Jumat (8/3/2019). MC Kalsel/tgh

Memperingati Hari Rimbawan ke-36, Dinas Kehutan Provinsi Kalimantan Selatan mengelar senam bersama dan menanam 1500 pohon di lokasi Miniatur Hutan Hujan Tropis, Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru, Jumat (8/3/2019).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol mengatakan, diatas luasan lahan 94 hektare ini, kembali ditanami jenis pohon ulin dan pohon sengon yang merupakan pohon ciri khas Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, Hanif juga menuturkan, dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membangkitkan jiwa rimbawan, karena menurutnya rimbawan ini bukan hanya dari Dinas Kehutanan akan tetapi semua yang cinta akan hutan dan lingkungan adalah rimbawan.

“Jadi Hari Rimbawan ke-36 ini kita maknai sebagai hari kita bersama untuk lebih mencermati kualitas lingkungan kita melalui penanaman pohon,” katanya.

Ia mengakui, saat ini masih kekurangan rimbawan untuk menjaga luas lahan 1,7 hektare yang ada di Kalsel dengan hanya ada 600 orang Rimbawan. Sehingga menurutnya harus menciptakan semua masyarakat untuk menjadi rimbawan.  “Jadi kita akan bergerak bersama menjadi rimbawan semesta  dengan mengajak semua masyarakat,” pungkasnya.

Untuk itu, pihaknya telah mendistribusikan 150.000 batang pohon ke masyarakat yang diberikan dikelompok tani hutan. “Jadi kita telah melebarkan kegiatan ini sampai dipondasi kehutanan yaitu didalam kawasan hutan itu. Mudah-mudahan kita berhasil,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, saat ini yang bisa menghadirkan kenyamanan dan kesejukan untuk kehidupan adalah pepohonan. Karena pohonlah yang menghasilkan o2 dan memberikan ruang bernafas kepada makhluk yang ada disekitarnya. “Untuk itulah, kita mestinya bergerak melakukan penanaman, penanaman dan terus menanam untuk diwariskan kepada anak cucu kita sampai akhir hayat nanti,” tandasnya. MC Kalsel/tgh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih