Pulau Rusa Objek Wisata Baru

Tujuh ekor rusa tutul asal Istana Bogor kini menjadi penghuni perdana di Pulau Rusa disalah satu gugusan pulau yang berada di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar Jum’at (8/3/2019) sore. MC Kalsel/tgh

Tujuh ekor rusa tutul asal Istana Bogor kini menjadi penghuni perdana di Pulau Rusa di salah satu gugusan pulau yang berada di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, Jum’at (8/3/2019) sore.

Rusa-rusa itu dimasukkan dalam areal isolasi untuk pengenalan lingkungan di pulau tersebut dan rusa-rusa asal India itu pun kemudian akan dilepasliarkan di areal seluas 4,5 hektar tersebut.

Jarak ke Pulau rusa ini tidak jauh dari dermaga waduk Riam kanan, hanya memerlukan sekitar 10 hingga 15 menit menggunakan perahu bermesin (kelotok) sudah bisa berlabuh di pulau rusa tersebut.

Pulau ini dipagari besi keliling oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, dan kedepan akan menjadi destinasi wisata baru di areal Waduk Riam Kanan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie menyampaikan sambutan pada acara serahterima rusa tutul di di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar Jum’at (8/3/2019) sore. MC Kalsel/tgh

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol mengatakan rusa yang didatangkan dari Istana Bogor ini berjumlah 7 ekor yang terdiri dari 5 ekor betina dan 2 ekor jantan. “Sementara ini kami fasilitas akan diperbaiki bertahap. Untuk pagar akan selesai dua minggu kedepan. Sehingga kalau dilepas tidak bisa kabur rusa tutulnya,” ucap Hanif.

Hanif menuturkan luasan pulau rusa ini sekita 4,5 hektar dan berkapasitas 100 ekor rusa tutul namun rusa tutul di presidenan terbatas cuma 170 yang dibagi di Indonesia, kita pertama dapat 5 alhamdulillah di loby dikit dapat 7, insyaallah tahun depan kita ajukan lagi.

Selanjutnya, kata Hanif, makannya sementara ini dengan singkong dan untuk perawatan ada dokternya yang datang kemudian setiap dua minggu sekali.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Abdul Haris Makie mengatakan, bahwa Pulau Rusa ini sudah diberi nama dan kedepan akan dikembangkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.

Kita patut bersyukur kepada Allah SWT alam yang indah di Kalsel dilengkapi lagi sehingga menjadi lebih indah dengan kehadiran rusa tutul dari istana kepresidenan di Bogor.

Hal ini nantinya diciptakan untuk bisa menambah hasanah wisata baru yang bisa menarik pengunjung wisatawan. “Kita kedepannya sudah tidak lagi bisa mengandalkan kekayaan alam sektor batubara,” katanya.

Namun kedepan, sektor pariwisatalah yang diandalkan. “Nah sektor seperti pulau rusa ini lah bisa menambah penghasilan kedepannya. Tentu dengan formulasi aturan dan penataan yang bagus dari sisi fasilitasnya, dan kedepan akan diperbagus,” ujarnya.

Ia mengharapkan dinas pariwisara atas keinginan Gubernur, pariwasata untuk dikembangkan dari segala sektor, artinya seluruh SKPD tidak hanya bicara soal ego sektoralnya tetapi semua diupayakan untuk bagaimana terintegrasi dengan pembangunan pariwisara yang kita harapkan ini bisa menjadi sumber pendapatan penerimaan daerah secara lebih baik lagi Kegiatan  peresmian pulau rusa dan pelepasan Rusa Tutul di areal isolasi pulau rusa itu diikuti oleh semua SKPD. Terpantau rombongan SKPD selain ke pulau rusa dan juga melihat spot atau lokasi sebuah gugusan pulau lagi yang kedepannya akan dipakai pengembangan konservasi bekantan. Kedepan akan dinamai pulau bekantan serta penandatanganan berita acara penyerahan rusa tutul antara Pemprov kalsel dengan Dishut Provinsi Kalsel. MC Kalsel/tgh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih