Potensi Banjir Di Kalsel

Usai dilanda hujan deras pada Selasa (05/3/2019) siang, ruas jalan Cemara Banjarmasin terpantau banjir. MC Kalsel/rmd

Banjarmasin,-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat sepanjang 2019 ini telah terjadi 31 bencana banjir di wilayah tersebut dengan jumlah korban jiwa sebanyak 5 orang. Bencana banjir terbanyak terjadi di wilayah pertambangan.

“Kalsel masih dalam status darurat siaga bencana musim penghujan berupa banjir, tanah longsor dan angin ribut. Sepanjang Januari hingga awal Maret 2019 ini terjadi 31 kali bencana banjir,” ungkap Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud, Selasa (05/3/2019).

Bencana banjir ini sebagian besar terjadi di wilayah kabupaten yang gencar mengeksploitasi SDA pertambangan. Tercatat banjir terparah terjadi di Kabupaten Tapin sebanyak 13 kali, Balangan tujuh kali, Tabalong dan Hulu Sungai Selatan tiga kali, serta Kabupaten Kotabaru dan Hulu Sungai Tengah satu kali.

BPBD Kalsel juga mencatat bencana banjir menyebabkan 1.015 rumah terendam dengan jumlah warga terdampak sebanyak 992 keluarga atau 3.673 jiwa. “Banjir menyebabkan lima orang meninggal di Kabupaten Tapin, termasuk rusaknya lima jembatan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Selain banjir juga terjadi 24 kali bencana angin ribut, terbanyak melanda Kabupaten Tanah Laut delapan kali dan Kota Banjarbaru sebanyak enam kali. Bencana angin ribut menyebabkan 131 keluarga menjadi korban dan sebagian harus kehilangan tempat tinggal. Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Balangan sebanyak empat kali.

Lebih jauh dikatakan Wahyudin melihat kondisi di lapangan dimana hujan masih turun di sebagian besar wilayah, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sebelumnya telah mengeluarkan himbauan agar masyarakat mewaspadai ancaman bencana saat musim penghujan ini. Status darurat siaga bencana musim penghujan ini ditetapkan hingga akhir April mendatang.

Pada bagian lain, Dinas Kesejahteraan Sosial Kalsel mencatat sepanjang 2019 ini terjadi 56 kali kebakaran permukiman dimana peristiwa kebakaran terbanyak melanda permukiman warga di Kota Banjarmasin yaitu 10 kejadian. Jumlah korban kebakaran ini 134 keluarga atau 440 jiwa. Sebanyak 56 rumah rusak total ditambah 28 rumah lainnya rusak berat, dengan kerugian mencapai Rp1,4 miliar. Kebakaran permukiman juga menyebabkan dua orang tewas. MC Kalsel/rmd

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih