Panen Beras Surplus, Kalsel Tolak Impor Beras

Seorang petani memasukkan padi yang sudah digiling ke dalam karung beras.

Terkait ramainya pemberitaan akan adanya impor beras, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel menolak impor beras masuk ke Kalsel.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Banjarbaru, Rabu (31/3/2021).

“Kalau kita mengimpor beras dari luar negeri, sama saja kita tidak menghargai petani lokal yang ada di daerah kita,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini panen beras yang ada di Kalsel selalu surplus, dan pada bulan ini sudah masuk musim panen.

“Baru-baru ini untuk daerah Kabupaten Tapin, HSS dan HST sedang mengalami panen padi dengan total kurang lebih 80.000 Ton. Untuk daerah lain akan selalu bergantian. jadi dalam 1 tahun kita bisa panen sebanyak 3 kali,” jelasnya.

Maka dari itu, stok beras yang ada di Kalsel untuk masyarakat  masih aman, karena kebutuhan beras untuk masyarakat hanya 400 ribu ton per tahunnya.

“Untuk itu, Kalsel tidak memerlukan beras impor untuk menambah stok. Apabila impor beras akan masuk ke Kalsel, saya akan  berada di garis terdepan untuk petani-petani Kalsel,” pungkasnya. MC Kalsel/usu

Mungkin Anda Menyukai


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih