Dispar Kalsel Gandeng Bappeda dan Dinas PUPR Rumuskan Solusi Bangkitkan Sektor Pariwisata

Kepala Dispar Kalsel, M Syarifuddin, memberikan keterangan usai pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Pariwisata, Banjarbaru, Senin (15/3/2021). MC Kalsel/Jml

Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Selatan menggandeng Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk merumuskan solusi menghadapi masalah kepariwisataan pasca banjir yang terjadi di Kalsel.

Seperti diketahui, terpuruknya sektor pariwisata di Kalsel tidak hanya disebabkan oleh pandemi COVID-19, namun juga ditambah dengan bencana banjir yang terjadi pada pertengahan bulan Januari lalu.

“Kemarin itu kita dapat musibah banjir, dan dampaknya terasa sekali. Terutama destinasi wisata yang berada di dekat bantaran sungai seperti yang ada di Barabai (HST), Kandangan (HSS), Pelaihari (Tanah Laut), dan lainnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, M Syarifuddin usai membuka Rapat Koordinasi Teknis Pariwisata, Banjarbaru, Senin (15/3/2021).

Syarifuddin pun mengatakan bahwa sebelumnya Dinas Pariwisata Kalsel juga telah meminta data destinasi wisata terdampak banjir kepada Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota.

“Data sudah kita kirim ke Kementrian Pariwisata, semoga dari pihak kementerian bisa memberikan tanggapan positif untuk membantu destinasi wisata yang terdampak banjir ini,” ujar Syarif.

Berdasarkana data yang diterima itu, Syarifuddin mengungkapkan hampir semua destinasi wisata di 11 kabupaten/kota terdampak banjir mengalami kerusakan. Kerusakan cukup berat terjadi pada destinasi wisata di Hulu Sungai Tengah.

“Mulai dari Hantakan dan Batu Benawa itu menerima dampak yang cukup besar karena kebanyakan destinasi wisatanya di aliran sungai. Pemerintah Provinsi dan Daerah akan memberikan perhatian. Semoga dengan adanya perhatian pemerintah mulai dari pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dampak dari banjir ini bisa diatasi,” pungkas Syarifuddin. MC Kalsel/Jml

Mungkin Anda Menyukai


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih