Kuatkan Peran Puskesmas, GTPP Covid-19 Kalsel Lakukan Monev di HSS

Ketua Harian Tim GTPP Covid-19 Kalsel, Abdul Haris (kanan) memberikan arahan terkait penanganan Covid-19. Hulu Sungai Selatan, Selasa (16/6/2020). Humas Pemkab HSS

Dalam rangka memantapkan penanganan Covid-19 di Banua, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalimantan Selatan melakukan monitoring, evaluasi, dan koordinasi secara maraton ke kabupaten/kota di Kalsel.

Kali ini, GTPP Covid-19 menyasar Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) setelah sebelumnya melakukan hal serupa di Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

GTPP Covid-19 Kalsel memandang perlu untuk dilakukan penguatan tracking dan tracing melalui Puskesmas, sebagai salah satu upaya percepatan dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Penguatan Puskemas dalam pelaksanaan tracing dan tracking ini sangat tepat karena berada langsung di tengah-tengah masyarakat, sehingga Puskesmas melalui tim surveilans mampu mendeteksi secara dini kasus-kasus di wilayah kerjanya masing-masing,” ujar Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel, Abdul Haris, Hulu Sungai Selatan, Selasa (16/6/2020).

Di kesempatan tersebut, Haris kembali menjelaskan terkait skenario 3T (Tracking/Tracing, Testing, Treatment) dan memperkirakan di bulan Agustus, grafik penularan Covid-19 di Kalsel mulai melandai.

“Mulai Juni sampai Juli 2020, tim akan melakukan tracing, tracking dan testing ataupun listing. Maka pada Agustus 2020, katakanlah kita sudah menemukan semua daftar orang (memiliki kontak langsung dengan pasien positif), maka puncaknya Agustus kita akan melakukan treatment. Kita berharap di Agustus 2020 tersebut sudah terjadi penurunan atau pelandaian. Treatment terus dilakukan hingga titik yang tidak mengkhawatirkan lagi,” jelas Haris.

Tidak lupa, Haris juga menekankan disiplin merupakan kunci utama untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Sederhana saja kita untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini dan tidak tertular, kuncinya disiplin. Disiplin menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan jika tidak ada kepentingan-kepentingan mendesak jangan keluar rumah,” ucap Haris.

Menurut Haris, penting bagi Puskemas dan tim surveilans untuk terus menyampaikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

“Yang penting lagi adalah bagaimana menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, ini perlu disampaikan tim surveilans Puskesmas kepada masyarakat sembari melaksanakan tracing, tracking maupun penanganan-penanganan kasus,” ucap Haris.

Sementara itu, untuk penanganan pasien Covid-19, Wakil Bupati HSS, Syamsuri Arsyad mengatakan pihaknya menyiapkan tiga lokasi perawatan yakni RSUD Hasan Basry Kandangan, Puskesmas Daha Sejahtera dan eks RSUD Hasan Basry sebagai tempat karantina.

“Jumlah pasien kita yang terdata 540 orang, 179 orang masih belum keluar hasil test swabnya, dan hari ini ada penambahan lagi 10 orang, sehingga total pasien kita yang terkonfirmasi positif jumlahnya 40 orang, 30 orang dalam perawatan, 5 orang sembuh dan 5 orang meninggal dunia,” ungkap Syamsuri.

Selain melakukan monitoring, evaluasi, dan koordinasi, di kesempatan tersebut GTPP Covid-19 Kalsel juga menyerahkan bantuan berupa rapid test kit sebanyak 825 buah kepada Kepala Dinas Kesehatan Kab HSS, Hj Siti Zainab dan 575 buah kepada Kepala Dinas Kesehatan Kab Tapin untuk kemudian disalurkan ke Puskesmas di kabupaten masing-masing. Humas Pemkab HSS/MC Kalsel

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih