Pentingnya K3 Dalam Bekerja

Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor (kiri) menyerahkan penghargaan Peduli K3 kepada salah satu perushaan (kanan) pada Apel Kesadaran Nasional sekaligus peringatan hari Rimbawan ke-36 serta Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan penyerahan penganugerahan pengharagaan peduli K3 di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru (18/3/2019). MC Kalsel/tgh

Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar Apel Kesadaran Nasional sekaligus dirangkaian dengan  peringatan hari Rimbawan ke-36 serta Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan penyerahan penganugerahan pengharagaan peduli K3 di Halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru (18/3/2019). Apel di pimpin oleh Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor.

Gubernur mengatakan pada kesempatan apel kesadaran nasional kali ini sebagian bagian dari bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) nasional dan peringatan hari K3 tahun ini mengambil tema wujudkan kemandirian masyarakat Indonesia berbudaya keselamatan dan kesehatan kerja untuk mendukung kestabilitas ekonomi nasional.

Maka dari itu pemerintah terus mengajak stockholder baik pengusaha, serikat pekerja dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran pentingnya K3 serta pengawasan.

Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor foto bersama dengan para penerima penghargaan peduli K3 usai Apel Kesadaran Nasional sekaligus peringatan hari Rimbawan ke-36 serta Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan penyerahan penganugerahan pengharagaan peduli K3 di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru (18/3/2019). MC Kalsel/tgh

“Kita harus pahami bahwa kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril, pencemaran lingkungan namun juga dapat mempengaruhi produktifitas dan kesejahteraan masyarakat selain itu kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia dan daya saing nasiona,” kata Sahbirin.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik bulan Agustus 2018 sebanyak 58,76 persen dari total angkatan kerja Indonesia adalah tamatan SMP kebawah ini tentu sedikit banyak hal tersebut berdampak pentingnya prilaku selamat dalam bekerja.

“Sementara itu terkait keselamatan kerja BPJS ketenagakerjaan mencatat secara nasional terdapat 157.000.315 kasus kecelakaan kerja sepanjang tahun 2018,” jelasnya.

Melalui kesempatan yang baik ini saya mengharapkan agar semua pihak melakukan upaya konkrit terhadap keselamatan kerja dilingkungannya masing – masing sehingga budaya K3 benar – benar terwujud diseluruh daerah di Kalsel.

Selanjutnya Gubernur yang sering disapa paman Birin mengungkapkan pada tahun ini terdapat 104 perusahaan, meningkat dari jumlah tahun yang lalu dengan jumlah 89 perusahaan, dari 89 perusahaan tersebut sebanyak 84 perusahaan telah menerapkan manajemen K3 dan nihil kecelakaan kerja serta 20 perusahaan yang telah melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan lift atau aid dan vidua lift atau aid, oleh karena itu penghargaan yang hari ini diraih bukan hanya menjadi prestasi dan kembanggaan saudara saja tetapi prestasi ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan – perusahaan yang ada di Kalsel. “Bersama – sama Pemerintah Provinsi Kalsel untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja,”  pungkasnya. MC Kalsel/tgh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih