RPK Bukti Nyata Purnawirawan Masih Berguna Untuk Rakyat

Foto bersama setelah Ketua Umum Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Jendral Polisi (Purn) Drs. Bambang Hendarso Danuri, menyerahkan dana csr kepada ketua PP Polri Kalsel Kombos Pol (Purn) H Dance M Arsa. MC Kalsel/jml

Ketua Umum Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Jendral Polisi (Purn) Drs. Bambang Hendarso Danuri, M.M., meresmikan Rumah Pangan Kita (RPK) dan Koperasi Tetap Setia Bhayangkara (Kotesebha), di aula Mathilda Batleyeri Mapolda Kalsel, Kamis (10/1/2019).


Peresmian Rumah Pangan Kita ini dirangkai dengan penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Ketua Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Daerah Kalimantan Selatan Kombos Pol (Purn) H Dance M Arsa.

Para undangan menyaksikan langsung sejarah terbentuknya PP Polri melalui layar, di aula Mathilda Batleri Mapolda Kalsel. MC Kalsel/rmd.

Rumah Pangan Kita merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Perum Bulog dengan PP Polri tentang rencana operasional rumah pangan yang dikelola oleh Koperasi Jasa Tetap Setia PP Polri.


Terkait hal ini PP Polri Daerah Kalsel pada kesempatan tersebut menerima dana dari PP Polri Pusat sebesar 350 juta rupiah. Dana tersebut untuk membantu PP Polri Daerah Bali dalam pelaksanaan kegiatan Rumah Pangan Kita.


Menurut Ketua Umum PP Polri Jendral Polisi (Purn) Drs. Bambang Hendarso Danuri, M.M., apa yang dilakukan PP Polri ini dengan membangun Rumah Pangan Kita adalah bukti nyata bahwa purnawirawan masih bisa berguna bagi masyarakat banyak.


“Walaupun kita sudah pensiun, kita harus bisa tetap berguna bagi masyarakat. Sekali berjuang, kita tetap berjuang,” ujar mantan Kapolri ini.
Selain itu, kata dia, sebagai salah satu elemen bangsa, PP Polri juga senantiasa mendukung dan ikut serta dalam menyukseskan kebijakan pemerintah.


“Rumah Pangan Kita merupakan konsep jaringan distribusi dengan pola kemitraan yang dibangun Bulog untuk mencapai kedaulatan pangan nasional. Dan PP Polri mendukung penuh hal ini,” ujarnya.


“Melalui Rumah Pangan Kita ini, akan tercipta kestabilan harga, ketersediaan pasokan, keterjangkauan (fisik dan harga), serta barang yang layak konsumsi hingga tingkat konsumen,” tambah Bambang Danuri. MC Kalsel/rmd


Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *