Empat Kabupaten/Kota Dapatkan Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2018

Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 dengan tema “Bergerak Menuju Pertumbuhan Ekonomi Yang Merata Untuk Kalsel Mapan” di Gedung Idham Chalid Kantor Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Selasa (10/4). MC Kalsel/tgh

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) merupakan amanat undang – undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional serta Muresbang juga salah satu tahapan dari proses perencanaan tahunan pembangunan daerah, sebagai penjabaran dari RPJMD Provinsi Kalsel Tahun 2016 – 2021.

Hal tersebut diutarakan Gubernur Provinsi Kalsel, H. Sahbirin Noor pada acara Musrembang Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 dengan tema “Bergerak Menuju Pertumbuhan Ekonomi Yang Merata Untuk Kalsel Mapan” di Gedung Idham Chalid Kantor Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Selasa (10/4).

Oleh karena itu semua stakeholder dan seluruh kepala SKPD harus terus berkomitmen untuk menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih komprehensif di Tahun 2019.

“Usulkan program pembangunan yang berkualitas, program itu harus mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, dapat menjawab kebutuhan bagi masyarakat di daerah serta bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” ucap Gubernur.

Saya juga berharap  dengan Musrembang ini menjadikan pembangunan Kalsel ke arah yang lebih baik, tercipta koordinasi dan komprehensif dan sinergis dalam memajukan pembangunan dengan skala prioritas.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Provinsi Kalsel Fajar Desira dalam laporannya mengatakan mengenai arah kebijakan dan prioritas RKPD Provinsi Kalsel tahun 2019 diantaranya, mengurangi skala dari sektor pertambangan dan memulai fokus pembangunan melalui sektor pertanian, kehutanan, perikanan, industri, perdagangan, dan pariwisata.

Menurutnya, pendekatan penyusunan RKPD tahun 2018 mengusung konsep money follow program, dimana alokasi anggaran berbasis pada program prioritas yang menjadi fokus pada perencanaan pembangunan tahun 2019.

“Pendekatannya dengan tema hits (holistik, integratif, tematik dan spasial), holistik dengan melihat persoalan dari hulu ke hilir, penanganannya sesuai dengan prioritas yang menjadi tema, dan ditangani secara terpadu melibatkan seluruh SKPD kota, kabupaten dengan pendanaannya tidak tergantung hanya pada APBD namun juga diupayakan pada BUMN, SWASTA, KPBU spasial sudah fokus pada lokasi yang tepat untuk mengatasi persoalan yang telah dipilih,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk pendekatan lainya lebih bersifat inklusif, peduli pada kaum disabilitas, dan mendorong lebih pada peran wanita.

Lebih jauh dirinya mengatakan program prioritas pembangunan, lebih difokuskan pada kegiatan prioritas, dari 13 prioritas pada tahun 2018 menjadi 6 prioritas pada tahun 2019, dengan 17 sub tema 234 program prioritas menjadi 130 program prioritas, serta kegiatan menjadi 310 kegiatan.

Dalam rangkaian kegiatan ini juga diserahkan penghargaan pembangunan terbaik dari Pemerintah Provinsi Kalsel ke empat Kabupaten/Kota se-Kalsel yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut

Selain itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kalsel dengan Pemerintah Kabupaten/Kota tentang pengembangan Banjarbakula Penyediaan Bus Rapit Transit (BRT) untuk Kawasan Mentropolitan Banjarbakula Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola dan Kabupaten Tanah Laut.

Dalam rangkaian acara Musrembang Kalsel 2018 ini dihadiri oleh Bupati atau Walikota se–Kalsel, Anggota DPRD RI, Perwakilan Kementerian RI, Seluruh SKPD Provinsi Kalsel dan seluruh Bappedda Kabupaten/ Kota se–Kalsel serta penyandang disabilitas. (tgh)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih