Masyarakat Masih Bingung Membedakan Makarel & Sarden

Tim gabungan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin dan Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, melakukan pemeriksaan terhadap produk ikan kalengan yang dijual di Pasar Sentra Antasari,Kamis (05/04/2018). MC Kalsel/rmd

Ikan kalengan bagi sebagian masyarakat Banjarmasin masih menjadi alternatif untuk dibeli apalagi bagi para mahasiswa rantau yang berkualiah di Banjarmasin. Namun beberapa waktu terakhir BPOM RI mengeluarkan rilis mengenai Ikan Kalengan yang harus di tarik dari pasaran, yakni ikan kaleng jenis “Makarel”, karena terdapat parasit cacing didalamnya.

Dipasaran memang terdapat dua jenis ikan kaleng, jenis “sarden” dan jenis “makarel”. Masyarakat pun masih kerap bingung mebedakannya.

Namun masyarakat banyak yang masih bingung membedakan, bahkan masyarakat banyak yang mengira Ikan kalengan hanya satu jenis, yaitu ikan kaleng sarden.

Kasi Pemeriksaan Balai Besar POM Kota Banjarmasin, Tri Wandiro, menjelaskan produk ikan kaleng yang diduga mengandung parasit cacing seperti temuan di wilayah Riau akhir bulan lalu, hanya untuk produk olahan makarel dan bukan sarden,”namun tidak semua jenis yang ditarik,”ungkapnya.

Sejumlah sumber menyebut, perbedaan makarel dan sarden merupakan spesies dari famili yang berbeda. Ikan sarden berasal dari famili Clupeidae, yang adalah keluarga ikan haring. Sedangkan, ikan makarel masih satu famili dengan tuna, yaitu Scombridae. Ikan jenis makarel ini banyak terdapat di Laut Atlantik. Selain itu, makarel dan sarden memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada masyarakat di Banjarmasin, mayoritas sudah mendengar berita tentang ikan kalengan yang terdapat cacing, namun kebanyakan mereka masih tidak tahu mana saja ikan kalengan yang tidak boeh dikonsusmsi.

“Saya tahu dari tv soal ikan kaleng bercacing itu, tapi masih bingung membedakannya, mana yang masih bisa dikonsumsi mana yang tidak,”ungkap Ijai salah satu warga Banjarmasin.

Ia menambahkan untuk sementara ini tidak membeli dulu ikan kalengan jenis apapun,”padahal ini andalan saya kalo lagi malas masak, maklum saya belum nikah mas,” ungkap guru Gibs itu.

Hal yang sama diungkapkan Hafipah, Wanita muda ini beranggapan ikan kalengan itu sama saja,”saya baru tahu, kalo sarden dan makarel itu beda jenis,” ungkapnya.

“Saya memang tidak suka makan ikan kalengan, jadi gak pernah beli, lebih suka yang segar masak sendiri,”pungkasnya. MC Kalsel/rmd

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih