Gubernur Kalsel Ajak HMI Jaga Nilai Islam dan Perkuat Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengajak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus mampu beradaptasi menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks. Ajakan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, pada peringatan Hari Lahir (Harlah) HMI ke-79 di Mahligai Pancasila, Kamis (5/2/2026) malam.

Muhidin menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus tampil sebagai penggerak perubahan sosial yang berlandaskan intelektualitas, moralitas, dan spiritualitas perjuangan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dijaga agar kader HMI tidak tercerabut dari akar ideologi, identitas keislaman, serta komitmen kebangsaan yang telah menjadi fondasi perjuangan organisasi sejak awal berdiri.

“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam mengawal arah perubahan sosial. Nilai Islam, intelektualitas, dan integritas moral harus tetap menjadi pijakan utama agar kader tidak kehilangan jati diri,” demikian pesan Gubernur.

Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen pemuda dan mahasiswa, termasuk HMI. Pemerintah meyakini bahwa pembangunan daerah tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif generasi muda.

Gagasan kritis, pemikiran segar, serta fungsi kontrol sosial dari mahasiswa dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Kepada seluruh kader HMI, Gubernur Muhidin berpesan agar terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat kapasitas intelektual, serta menjaga integritas dalam setiap peran yang dijalankan. Kader HMI diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan umat dan bangsa. MC Kalsel/Fuz

Mungkin Anda Menyukai