
Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Korca Banjarbaru bersama Ikatan Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (IKA Fahutan ULM) resmi meluncurkan ajang Sylva Karate Tradisional Cup 2025, Selasa (6/5/2025).
Ketua FKTI Korca Banjarbaru, Erwan Januardi, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak tiga bulan terakhir dan saat ini progresnya sudah mencapai 90 persen. Kejuaraan ini akan mempertemukan 166 atlet karateka pelajar dari 19 dojo di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Sebenarnya kami mengundang dojo dari seluruh Indonesia, tapi karena banyak yang fokus mempersiapkan diri untuk Pornas bulan Juli nanti, peserta akhirnya hanya dari Kalsel dan Kalteng,” jelasnya.
Erwan menyebut, tahun ini hanya empat kelas yang dipertandingkan demi menjaga keselamatan peserta, yakni perorangan, beregu, kumite perorangan dasar, dan embu.
“Kelas lainnya mungkin akan kita tambahkan tahun depan, dan akan kita buka juga untuk umum, dari pemula hingga veteran,” ungkapnya.
Erwan menjelaskan, meski kejuaraan ini rutin digelar oleh FKTI, namun tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya didukung langsung oleh IKA Fahutan ULM. Ia berharap kejuaraan ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus mendapat dukungan dari para alumni.
Saat ini FKTI Kalsel memiliki sekitar 1.300 anggota aktif dan terus menjadi barometer karate tradisional nasional sejak tahun 2008.
Erwan menekankan, FKTI mengedepankan nilai-nilai bela diri dibandingkan semata-mata kompetisi seperti yang umum diterapkan di FORKI.
“Kalau FORKI fokus ke kompetisi dengan pelindung dan kelas berat badan, FKTI lebih pada penguatan teknik bela diri, tanpa pelindung dan tanpa pengelompokan berat badan,” paparnya.
“Kami ingin Kalsel tetap jadi barometer karate tradisional, yang sudah dicap seperti itu sejak 2008,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IKA Fahutan ULM, Muhammad Helmi, menyatakan dukungan penuh terhadap kejuaraan ini.
“Kami membangun jaringan alumni untuk membantu pendanaan, penyediaan tenda, dan perlengkapan lainnya. Ini juga bagian dari kalender kegiatan IKA,” katanya.
Helmi menambahkan, meski IKA Fahutan dikenal di bidang kehutanan, pihaknya juga memberi ruang bagi kegiatan olahraga.
“Olahraga adalah bagian dari upaya membangun kesehatan masyarakat. Karena itu kami sangat mendukung event seperti ini,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

