DJPb Kalsel Telah Menyalurkan Rp3,89 Triliun Dana TKD

Sampai 28 Februari 2025, Transfer ke Daerah (TKD) sudah tersalurkan sebesar Rp3,89 Triliun atau 13,94 persen dari Pagu. Rincian dari penyaluran TKD adalah untuk DBH sebesar Rp2,70 Triliun (15.12 persen), DAU sebesar Rp1,69 Triliun (19,89 persen), DAK Non Fisik sebesar Rp393,62 Miliar (16,72 persen), Dana Desa sebesar Rp347,19 Miliar (22,93 persen).

Kepala Kantor Wilayah Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, Syafriadi menyebutkan berdasarkan persentase, kinerja TKD penyaluran tertinggi ada pada Kab. Hulu Sungai Utara sebesar 20,01 persen dari pagu.

“Penyaluran Dana Desa TA 2025, di Kalsel ada 3 Kabupaten yang tercepat secara Nasional dalam penyaluran Dana Desa yaitu Kab. Barito Kuala, Kab. Banjar dan Kab. Hulu Sungai Utara. Alokasi pagu TKD mengalami pencadangan untuk DAU bidang PU Rp276,55 Miliar dan DAK Fisik bidang Konektivitas, Irigasi dan Pangan Akuatik Rp375,42 Miliar,” kata Syafriadi, Banjarmasin, Senin (21/4/2025).

Adapun kinerja APBD Regional Kalsel di Bulan Februari 2025 untuk realisasi pendapatan daerah mencapai Rp4,64 Triliun atau sekitar 11,07 persen dari target. Rincian dari pendapatan daerah yaitu untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,08 Triliun atau 12,77 persen, Pendapatan Dana Transfer Rp3,56 Triliun atau 10,85 persen, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp1,73 Miliar atau 0,27 persen.

“Komponen pendapatan yang mendominasi struktur Pendapatan Daerah adalah Pendapatan Transfer sebesar Rp3.557,36 Miliar (kontribusi 76,73 persen) dengan capaian 10,85 persen dari target yang diharapkan,” ucap Syafriadi.

Sementara porsi Pendapatan Asli Daerah 23,24 persen dari total Pendapatan dan Lain-Lain Pendapatan yang Sah sebesar 0,04 persen. Sampai dengan Februari 2025, seluruh Pemda telah mencatatkan pendapatan di awal tahun dengan persentase capaian tertinggi pada Kota Banjarmasin sebesar 19 persen dari target. Sementara berdasarkan nominal Pemprov Kalsel mengumpulkan pendapatan tertinggi sebesar Rp1.120,25 Miliar.

“Untuk Belanja Daerah di Kalsel, realisasi belanja APBD sebesar Rp2,49 triliun atau 5,25 persen dari pagu, terdiri dari Belanja Operasi Rp1,53 Triliun, Belanja Modal Rp50,07 Miliar, Belanja Tidak Terduga Rp0,61 Miliar, dan Belanja Transfer Rp919,43 Miliar,” tambahnya.

Sementara kinerjabBelanja APBD mengalami kontraksi 1,14 persen yoy, yang dikontribusikan oleh menurunnya realisasi pada seluruh jenis belanja kecuali belanja operasi dan belanja transfer yang tumbuh 2,34 persen dan 8,64 yoy. Sampai dengan Februari 2025, seluruh Pemda di Kalsel telah telah merealisasikan belanja awal tahun dengan capaian persentase belanja tertinggi pada Provinsi Kalsel sebesar 9 persen dari pagu. Berdasarkan nominal belanja, Pemprov Kalsel merealisasikan belanja dengan nominal tertinggi di antara Pemda lain sebesar Rp1.05 Triliun. MC Kalsel/Rns

Mungkin Anda Menyukai