Menindaklanjuti terhadap kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq ke Provinsi Kalimantan Selatan pada beberapa waktu lalu, Pemprov Kalsel akan melakukan langkah-langkah yang korektif.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana saat ditemui mengemukakan bahwa terdapat dua TPA yang “dipaksa” pemerintah untuk ditutup karena masih melaksanakan open dumping. TPA yang dimaksud yaitu TPA Cahaya Kencana Kab Banjar dan TPA Basirih Banjarmasin.
“Kita memang sering melakukan pembinaan beberapa kali di beberapa Kabupaten/Kota dan juga sudah kita sampaikan secara resmi melalui surat Gubernur untuk tidak melakukan praktek open dumping. Tetapi karena mungkin atensi masih kurang dari pimpinan daerah dalam hal ini Kabupaten/Kota, sehingga ini masih belum menjadi bagian penting,” kata Hanifah, Banjarbaru, Rabu (11/12/2024).
Hanifah berharap dengan kunjungan Menteri LH beberapa waktu lalu menjadi momentum penting untuk kembali melakukan langkah-langkah korektif di dalam pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan.
Dari dua Kabupaten/Kota yang mendapat paksaan penutupan pemerintah, pihaknya juga akan melakukan pembinaan lebih lanjut untuk pemenuhan kewajiban-kewajiban yang harus di lakukan sebagaimana rekomendasi di dalam surat Menteri kepada dua TPA.
“Sebenarnya masih ada sisa empat TPA yang masih melakukan praktek open dumping yaitu di Kab Tapin, Kab Batola, Kab HSU, dan Kab Kotabaru. Nah, kami juga ini sedang proses melakukan kunjungan pembinaan dan pengawasan didampingi dengan pejabat fungsional PPLH dari Kabupaten, sehingga nanti kami harapkan ini sudah bisa memberikan berita acara kunjungan tersebut, dan kita akan sampaikan kepada Menteri,” ucap Hanifah.
Dirinya mengaku tidak ingin semua TPA mendapatkan teguran keras dari pemerintah pusat agar Bupati dan Walikota menjadi lebih aware terhadap pengelolaan sampah di Kalsel dan bukti keseriusan Pemprov.
Selain itu pihaknya juga akan mengundang pelaku usaha, produsen dari sampah itu sendiri untuk diminta Responsibility-nya, pertanggung jawaban produsen terhadap kemasan yang beredar banyak di Kalsel untuk bisa ikut ambil bagian di dalam upaya pengurangan sampah itu sendiri di Kalimantan Selatan.
“Dan Bapak Gubernur juga sudah mengagendakan bahkan beliau berharap bisa ke 13 Kabupaten/Kota. Tetapi di waktu yang pendek ini mungkin kami sarankan bagi beberapa Kabupaten/Kota yang memang masih PR berat, artinya masih melakukan open dumping, sehingga kami harap dengan kunjungan Bapak Gubernur ini nanti juga memberikan semangat buat teman-teman yang memiliki tugasnya untuk menjawab di dalam pengelolaan sampah itu sendiri dan menjadi perhatian bagi Bupati Walikota untuk memberikan anggaran yang proporsional di dalam pengelolaan sampah di TPA,” tambahnya.
Salah satu saran dari Bapak Menteri cara yang paling mudah dan paling gampang adalah dengan membangun bank sampah-bank sampah unit di TAPAK dimana selama ini terdapat bank sampah tetapi tidak menyebar.
“Cara yang paling masuk akal, yang paling murah adalah dengan membangun bank sampah. Sekarang saatnya semuanya turun ke lapangan untuk mensosialisasikan, untuk mengajak masyarakat bisa memilah sampahnya dari sumber atau dari rumah dan menyediakan fasilitas untuk menabung bank sampah itu sendiri,” ujar Hanifah. MC Kalsel/Rns