Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadakan Pertemuan Advokasi dan Fasilitasi Percepatan Capaian 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2022 di Banjarmasin, Senin (8/8/2022). MC Kalsel/tgh

Pemerintah Provinsi Kalsel mengadakan Pertemuan Advokasi dan Fasilitasi Percepatan Capaian 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Akan tetapi, salah satu permasalahan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah masalah kesehatan lingkungan yang didominasi oleh masalah sanitasi.

“Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah penduduk yang terbiasa buang air besar di sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin di Banjarmasin, Senin (8/8/2022).

Diauddin menerangkan, STBM adalah suatu pendekatan partisipatif yang mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi mereka melalui suatu proses pemicuan, sehingga masyarakat dapat berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buruk.

Oleh karena itu, permasalahan sanitasi bukan hanya sekedar permasalahan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi, tetapi permasalahan perilaku masyarakat. 

“Strategi untuk meningkatkan kondisi sanitasi di kabupaten/kota tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana secara fisik, tetapi perlu kegiatan non fisik berupa pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sehubungan pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan sanitasi, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No 3 Tahun 2014 tentang STBM sebagai pendekatan dan paradigma baru pembangunan sanitasi di Indonesia, mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. 

“Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian salah satu target SDGs tujuan 6 yaitu pada tahun 2030 sudah mencapai akses sanitasi yang memadai dan layak untuk semua serta mengakhiri buang air besar sembarangan (BABS),” terangnya.

Ia berharap melalui pertemuan ini dapat menjadi forum saling berkoordinasi, berkomunikasi, bersinergi, belajar, bertukar ide, dan mengembangkan implementasi dalam memperkuat pelaksanaan STBM di Kalsel.

“Semoga dapat bermanfaat dalam implementasi maupun penetapan kebijakan program kesehatan lingkungan di masa yang akan datang,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

Mungkin Anda Menyukai

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih