Tingkatkan Minat Baca, Dispersip Kalsel Datangkan Dian Purnomo

Sekretaris Dispersip Kalsel, M Ramadhan saat memberikan sambutan dalam kegiatan talk show dengan Dian Purnomo di Aula Dispersip Kalsel, Banjarmasin, Kamis (10/3/2022). MC Kalsel/jml

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mendatangkan seorang penulis ternama Dian Purnomo ke Banua untuk berbagi ilmu dan insipirasi kepada masyarakat.

Kepala Dispersip Kalsel yang diwakili oleh Sekretaris Dispersip Kalsel, M Ramadhan mengatakan bahwa mendatangkan penulis-penulis ternama merupakan salah satu bentuk upaya dari Dispersip Kalsel untuk meningkatkan minat baca di Kalsel.

“Jadi ini salah bentuk upaya kami dalam meningkatkan minat baca bagi masyarakat Kalsel dengan mendatangkan penulis yang memang bisa membuat anak-anak muda dan masyarakat semakin cinta dengan tulisan dan buku yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kecerdasan mereka,” kata Ramadhan, Banjarmasin, Kamis (10/3/2022).

Selain meningkatkan minat baca, lanjut Ramadhan, program mendatangkan penulis ternama ke Banua ini juga sebagai upaya untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan Indek Pembangunan Literasi (IPL) Kalsel, yang mana pada tahun 2020 lalu menjadi IPL tertinggi dari seluruh provinsi se-Indonesia. 

“Kegiatan ini juga bagian dari mempertahankan Indeks Pembangunan Literasi di Kalsel yang tertinggi di Indonesia pada tahun 2020 lalu,” tegasnya.

Sementara itu, melalui kegiatan yang bertajuk “Memperjuangkan Keadilan Melalui Literasi” ini Dian Purnomo mengatakan literasi bisa menjadi alat untuk memperjuangkan keadilan apabila diiringi dengan riset yang baik dan benar, serta target yang sesuai.

“Dari pengalaman saya, menyuarakan keadilan melalui literasi ini cukup efektif. Seperti halnya yang saya lakukan melalui novel saya yang berjudul perempuan yang menangis kepada bulan hitam, novel ini menceritakan tentang adat kawin tangkap di Sumba, Nusa Tenggara Timur, dimana perempuan yang menjadi korbannya,” kata Dian.

Menurut perspektifnya, kawin tangkap di zaman kesetaraan gender seperti saat ini merupakan sebuah praktik kekerasan terhadap perempuan yang dibungkus dengan embel-embel budaya.

Untuk itu, Dian pun mengimbau dan mengajak masyarakat khususnya perempuan untuk melek dengan isu atau peristiwa kekerasan yang terjadi disekitar mereka.

“Melek sih, kita haru tengok kiri-kanan karena isu itu tidak jauh dari kita kok. Jangan-jangan di dalam rumah kita sendiri juga ada isu-isu kekerasan ataupun ketimpangan,” tukasnya. MC Kalsel/Jml

Mungkin Anda Menyukai

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih