Peringati Hari Jadi ke-70, Pemprov Kalsel Gelar Swab Masif di 13 Kabupaten/Kota

Jubir GTPP Covid-19 Kalsel, Muslim, memberikan keterangan terkait pelaksanaan swab masif serentak di 13 kabupaten/kota, Banjarmasin, Rabu (5/8/2020). MC Kalsel/scw

Guna menemukan kasus tersembunyi dan mempercepat penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera melaksanakan swab masif yang rencananya akan dimulai bertepatan dengan Hari Jadi ke-70 Provinsi Kalimantan Selatan pada 14 Agustus 2020 dan selesai pada puncak Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Swab masif yang dilaksanakan serentak di 13 kabupaten/kota itu menyasar 10.000 kontak erat dari kasus yang ada hingga saat ini.

“Swab masif ini untuk menemukan sebanyak-banyaknya orang dari kontak-kontak erat yang ada dan merupakan upaya kita memutus rantai penularan, menghambat, dan mencegah terjadinya penularan. Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan identifikasi kontak-kontak erat yang saat ini berhubungan langsung dengan yang positif,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Muslim, Banjarmasin, Rabu (5/8/2020).

Untuk penetapan jumlah sasaran, lanjut Muslim, dilakukan dengan mempertimbangkan dan menganalisa beberapa faktor, seperti jumlah penduduk, angka serangan serta angka atau laju pertumbuhan kasus di setiap kabupaten/kota.

“Sasaran tiap kabupaten/kota ditetapkan dengan kriteria kontak erat kasus konfirmasi yang belum di swab, orang yang memenuhi kriteria suspek dan belum di swab, orang atau penduduk yang memenuhi kriteria probable dan belum di swab serta kelompok khusus yang berisiko seperti PNS, Lapas, dan Panti,” kata Muslim.

Kemudian, dari kriteria yang telah ditetapkan tersebut didapatlah angka untuk setiap kabupaten/kota, yakni Banjarmasin sebanyak 1.399, Tanah Bumbu sebanyak 1.064, Balangan sebanyak 946, Banjar sebanyak 869, Banjarbaru sebanyak 844, Tanah Laut sebanyak 791, Tabalong sebanyak 746, Hulu Sungai Tengah sebanyak 661, Barito Kuala sebanyak 644, Hulu Sungai Selatan sebanyak 635, Hulu Sungai Utara sebanyak 503, Tapin sebanyak 501, dan Kotabaru sebanyak 397.

Untuk menghindari kekhawatiran masyarakat, Muslim pun meyakinkan bahwa pengambilan swab tidak menimbulkan rasa sakit.

“Swab itu tidak sakit, hanya mengambil sedikit lendir yang ada di tenggorokan dan hidung. Petugas sangat berhati-hati dalam pengambilan sampel, alat pun tidak menimbulkan rasa, biasanya hanya terasa seperti sedikit tersedak tapi tidak menyakitkan,” ucap Muslim.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan sekaligus penanggung jawab logistik GTPP Covid-19 Kalsel, Ahmad Yani, menjelaskan terkait peralatan swab masif yang akan digunakan seperti paket bahan spesimen saluran pernapasan, bahan spesimen darah atau serum serta bahan pengepakan atau pengiriman spesimen.

“Alat swab yang digunakan yaitu VTM, Swab Dacron, Tongue Spatel, Kontainer Steril, Parafilm, dan lain-lain,” ucap Yani.

Untuk mendukung kelancaran 10.000 swab itu, Yani mengatakan Pemrov Kalsel akan menggunakan lima laboratorium di dua kabupaten/kota.

“Ada 5 laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan PCR Covid-19  dengan kapasitas pemerikasaan per hari yakni BBTKLPP Banjarbaru 500 spesimen, RSUD Ulin 800 spesimen, RSUD Ansari Saleh 279 spesimen, Balitbangkes Tanah Bumbu 250 spesimen, RS Bhayangkara 150 spesimen,” kata Yani. MC Kalsel/scw

Mungkin Anda Menyukai

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih