Setelah Banjarmasin, Tim GTPP Covid-19 Kalsel Lakukan Tes Massal di Batola

Juru Bicara Tim Gugus GTPP Covid-19 Kalsel, Muslim, menyampaikan perkembangan terkini Covid-19, Banjarbaru, Senin (18/5/2020). Tim GTPP Covid-19 Kalsel

Setelah beberapa waktu terakhir gencar melakukan rapid test massal di sejumlah pasar di Kota Seribu Sungai bersama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin, kali ini Tim GTPP Covid-19 Kalimantan Selatan bergerak ke Kabupaten Barito Kuala untuk melakukan hal serupa bersama Tim GTPP setempat.

“Telah dilakukan rapid test di 3 lokasi di Batola dan di 3 lokasi tersebut ada 371 yang diperiksa dan reaktif diantaranya 20 atau 5,39 persen,” ujar Juru Bicara Tim GTPP Kalsel, Muslim, Banjarbaru, Senin (18/5/2020).

Selain itu, Muslim juga mengatakan Tim GTPP Banjarmasin pada hari ini melakukan rapid test kepada sejumlah WNA asal Pakistan, terkait agenda dari negara bersangkutan untuk memulangkan warganya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, hasilnya ada 15 yang non reaktif. Ini merupakan sebuah dokumen atau syarat untuk dapat diterbangkan melalui maskapai penerbangan,” kata Muslim.

Diketahui, total warga Pakistan yang diperiksa berjumlah 24 orang. Artinya, ada 9 yang reaktif.

“Saat ini para WNA tersebut (yang reaktif) dilakukan karantina di Pemprov Kalsel, sebagai sebuah negara kita menghormati hak-hak mereka dan memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Muslim.

Sementara itu, total kasus Covid-19 di Kalsel sampai hari ini terus bertambah. Tercatat, ada penambahan 34 kasus baru yang berasal dari PDP, tracing, dan juga PDP yang telah meninggal dunia dan dikonfirmasi positif.

“Penambahan yang terkonfirmasi positif ada 34 kasus, 6 diantaranya berasal dari PDP yaitu dari RSUD Ulin sebanyak 2 asal Banjarmasin, kemudian 4 dari RSUD Ansari Saleh, yaitu 3 asal Banjarmasin dan 1 dari Batola. Selanjutnya, 25 yang terkonfirmasi positif berasal dari hasil tracing yang dilakukan, yaitu 5 dari Banjarmasin, 3 dari Kotabaru, 17 dari Tanah Laut dan ada tambahan 3 PDP yang meninggal dunia,” terang Muslim.

PDP yang telah meninggal dunia dan kemudian dipastikan terpapar Covid-19 itu yakni KS-Covid436, KS-Covid437, dan KS-Covid438 yang semuanya berasal dari Banjarmasin.

Secara keseluruhan, terkonfirmasi positif di Kalsel saat ini berjumlah 438 kasus, terdiri dari 320 kasus dalam perawatan, 45 meninggal dunia, dan 73 sembuh.

Sedangkan untuk PDP dikatakan Muslim berjumlah 84 pasien. Dibanding kemarin, ada penambahan 7 PDP dan 1 PDP meninggal dunia.

“Ada penambahan 7 PDP, diantaranya 2 di RSUD Ulin asal Banjarmasin, 3 di RSUD Ratu Zalecha dari Kabupaten Banjar, 1 dari RSUD Sultan Suriansyah dari Banjarmasin dan 1 dari RSUD Ansari Saleh dari Batola.
Kemudian juga ada 1 PDP meninggal dunia yang dirawat di wilayah Banjarbaru yaitu ID-10,” tukas Muslim. Tim GTPP Covid-19 Kalsel/MC Kalsel/AY

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih