Atasi Radikalisme, BNPT RI Dorong Perempuan Jadi Agen Perdamaian

Suasana Sosialisasi Perempuan Agen Perdamaian yang dilaksanakan oleh BNPT RI dan FKPT Kalsel di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (14/11/2019). MC Kalsel/Jml

Sehubungan dengan tren radikalisasi yang menyasar kaum perempuan dan anak-anak, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan mendorong kalangan perempuan untuk aktif sebagai agen perdamaian.

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Andi Intang Dulu mengatakan perempuan memiliki peranan penting untuk memberikan pencerahan kepada keluarganya.

“Posisi perempuan sangat vital dalam keluarga, perempuan memiliki tugas mendidik dan membentuk karakter anak di keluarga,” kata Andi pada Sosialisasi Perempuan Sebagai Agen Perdamaian di Banjarmasin, Kamis (14/11/2019).

Ditambahkannya, perempuan juga harus memiliki kewaspadaan diri, sebab saat ini banyak perempuan yang menjadi korban oleh suaminya yang telah terpapar radikalisme.

“Saat ini perempuan dimanfaatkan baik jadi korban ataupun pelaku, dulu perempuan hanya menjadi korban, namun sekarang perempuan pun juga ikut terlibat sebagai pelaku teroris,” ujarnya.

Andi pun turut mengajak seluruh kaum perempuan untuk terus membentengi diri dari paham radikalisme dan terorisme.

Sementara itu, Ketua Bidang Perempuan dan Anak FKPT Kalsel, Siti Hadijah mengatakan untuk bisa menjadi agen perdamaian, kaum perempuan di Kalsel juga harus melengkapi diri dengan pengetahuan dan perkembangan teknologi terkini.

“Perempuan juga harus memiliki pemahaman terhadap ilmu baik agama ataupun umum, selain itu perempuan juga harus menguasai teknologi, sehingga pengawasan terhadap anak lebih optimal agar anak tidak mudah terpapar paham radikalisme melalui gawai pintarnya,” jelas Siti.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Gusti Syahyar mewakili Gubernur Kalsel, menerangkan terorisme adalah masalah bersama, tindakan terorisme menimbulkan keresahan bagi masyarakat luas.

“Kita tidak boleh acuh terhadap masalah ini, masyarakat seringkali merasakan dampak dari terorisme, sudah semestinya kita memupuk sikap toleransi yang lebih intens, serta menanamkan nilai-nilai agama yang penuh kasih dan damai yang bisa dimulai dari keluarga kita,” tukasnya. MC Kalsel/Jml

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *