Workshop Program Kota Tanpa Kumuh

Ketua pelaksana, Pansya memberikan sambutan pada Workshop Program Kota tanpa Kumuh (Kotaku)/NSUP Kota Banjarbaru di Banjarbaru, Selasa (12/11/2019). Pansya mengatakan workshop ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan peran pemerintah daerah dan stakeholder lainnya agar memiliki pemahaman yang sama dalam kegiatan penanganan pemukiman kumuh dengan memahami kebijakan umum program Kotaku. Mc Kalsel/Azmh

Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelar workshop Kotaku di Banjarbaru, Selasa (12/11/2019).

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

“Workshop ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan peran pemerintah daerah dan stakeholder lainnya agar memiliki pemahaman yang sama dalam kegiatan penanganan pemukiman kumuh dengan memahami kebijakan umum program Kotaku, kebijakan daerah dalam penanganan pemukiman kumuh pemetaan isu-isu starategis,serta pemantapan mekanisme koordinasi dan konsolidasi sinergi penanganannya”, Ujar Asisten II Setdako Banjarbaru, Mahrina Noor saat menyampaikan sambutan.

Program Kotaku merupakan program yang dilaksanakan secara Nasional di 271 Kabupaten/Kota dia 34 Provinsi, Program Kota Tanpa Kumuh melekat pada tiga pilar yang menjadi indikator dalam konsep pengembangan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu pembangunan Manusia diantaranya pendidikan dan kesehatan, kedua pembangunan aspek Ekonomi yaitu ketersediian sarana dan prasarana serta pertumbuhan ekonomi, dan ketiga pembangunan lingkungan berupa ketersedian sumber daya alam dan kualitas lingkungan yang baik.

Walikota Banjarbaru berharap workshop ini dapat menambah pemahaman dan wawasan terkait keberlanjutan program kota tanpa kumuh di Banjarbaru, diperhatikan dalam keberlangsungan program ini agar partisipasi dan kesadaran masyarakat dapat terjaga untuk diberdayakan dalam mengelola lingkungannya secara mandiri. Mc Kalsel/Azmh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *