Cegah Kanker Payudara dan Kanker Serviks Sejak Dini

Ketua Yayasan Kanker Indonesia cabang Kalsel, Farida Hasan Aman (empat kiri) bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah (tengah) foto bersama usai pembukaan Sosialisasi Kanker Payudara dan Kanker Serviks di aula YKI setempat, Selasa (20/8/2019). MC Kalsel/Ar

Di Indonesia pada tahun 2018 terdapat 349.000 penderita penyakit kanker, 270.000 orang meninggal akibat kanker dan 775.000 penderita kanker menahun.

Jenis kanker paling mematikan di Indonesia pada pria yaitu kanker paru prostat dan wanita kanker serviks dan kanker payudara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Kalsel, Farida Hasan Aman pada Sosialisasi Kanker Payudara dan Kanker Serviks dengan mengusung tema “Panjang Umur Hidup Sehat Terbebas dari Kanker Payudara dan Kanker Serviks” di aula YKI setempat, Selasa (20/8/2019).

Farida menjelaskan sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah kanker payudara dan kanker serviks sejak dini.

YKI cabang Kalsel telah melaksanakan pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) test, pap smear dan Periksa Payudara Sendiri (Sadari) pada bulan Juni-Juli 2019 sebanyak 400 orang secara gratis.

“Untuk pemeriksaan IVA test, pap smear dan Sadari secara gratis di Klinik Deteksi Dini Kanker YKI cabang Kalsel yang buka hari Senin-Kamis dari pukul 09.00-12.00 Wita” bebernya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Banjarmasin, Siti Wasilah mengatakan sosialisasi ini sangat mendukung program TP PKK Kota Banjarmasin salah satu aspeknya seperti kesehatan.

Selain itu, untuk menyebarluaskan edukasi tentang pemeriksaan payudara agar terhindar dari kanker payudara sejak dini.

Peserta sosialisasi diikuti 225 orang dari kader-kader TP PKK se-Kota Banjarmasin dan 25 mahasiswa Universitas Sari Mulia Banjarmasin. MC Kalsel/Ar

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih