Cegah PUG dan PUHA, Forum PUSPA Ikut Pelatihan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah menghadiri pelatihan bagi SDM Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) terkait isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Provinsi Kalsel di Swis Bell Hotel Banjarmasin, Kamis (8/8/2019). MC Kalsel/tgh

Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Pelatihan bagi SDM Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) terkait isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Provinsi Kalsel di Swis Bell Hotel Banjarmasin, Kamis (8/8/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah mengatakan kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Harapannya, dengan kegiatan ini dapat mendorong forum Puspa untuk meningkatkan upaya-upaya perlindungan anak dan perempuan di Kalsel.

“Jadi kegiatan ini penting dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pemahaman, kemampuan dan kompetensi bagi SDM Forum PUSPA Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengidentifikasi isu gender, menganalisis, menelaah, serta menyusun kegiatan yang berperspektif gender, yang mengedepankan program unggulan serta mensinergikan isu-isu prioritas terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ke dalam rencana kegiatan,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Suasana Pelatihan bagi SDM Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) terkait isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Kalsel di Swis Bell Hotel Banjarmasin, Kamis (8/8/2019). MC Kalsel/tgh

Semoga dengan adanya pelatihan ini, kita akan lebih memahami dan mengerti tentang PUG dan PUHA pada tatanan koseptual, dan aktualisasinya.

Ia mengharapkan dapat tercipta sinergi strategis antar lembaga masyarakat di Provinsi dalam mencegah dan menyelesaikan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia dan juga kesenjangan sosial ekonomi bagi perempuan di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, ketua panitia Titik Herianti mengatakan tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta latih dengan menggunakan strategi PUG dan PUHA, serta untuk menemukan akar masalah yang dialami perempuan dan anak, menyusun rencana aksi pemecahan masalah dan menyusun proposal dalam rangka penggalian sumberdana CSR.

“Narasumber yang akan hadirkan, Asisten Deputi Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan, Kementerian PP dan PA RI, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Prov Kalsel, Pakar Gender (Ibu Sri Wahyuni/UNFPA), Pakar CSR (Bapak Abdul Hakim/ILO) dan Kepala Bidang Partisipasi Organisasi Kemasyarakatan,” ucapnya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan peserta 38 orang terdiri atas Pengurus dan Anggota Forkomwil 33 orang danPejabat/Staf DP3A Provinsi Kalimantan Selatan 5 orang. MC Kalsel/tgh.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih