Pertamina Dukung Pengembangan UMKM Kalsel


Heppy Wulansari, Region Manager Communication & CSR Kalimantan berikan materi dalam Sosialisasi Program Kemitraan dan Pelatihan UMKM Kalsel tahun 2019 di Kantor Bank Kalsel Banjarmasin, Sabtu (13/7/2019). Sosialisasi ini mengangkat tema, “Naik Kelas UMKMnya, Maju Ekonomi Banua”. Mc Kalsel / Fuz

Banjarmasin – Salah satu kewajiban dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah membantu dan mendorong percepatan kemandirian usaha mikro dan kecil dalam rangka mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan merata melalui pengembangan dan pemberdayaan UMKM tersebut. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dan Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor Per – 02/MBU/7/2017. PT Pertamina (Persero) dalam hal ini juga ikut andil dalam membangun perekonomian masyarakat terutama dalam mendukung UMKM melalui program kemitraan.

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan bekerjsama dengan Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Program Kemitraan dan Pelatihan UMKM Kalsel bertempat di Aula Bank Kalsel pada Sabtu (13/7) dengan tema “Naik Kelas UMKMnya, Maju Ekonomi Banua”.

Sebanyak 100 lebih UMKM asal Kalimantan Selatan hadir untuk mendapatkan informasi mengenai program kemitraan yang ada di PT Pertamina (Persero). Para peserta adalah pelaku UMKM mulai dari usaha makanan, aksesoris, kain, jasa, dan lainnya.

“Sosialisasi ini merupakan bentuk kegiatan yang sangat baik untuk Pertamina karena kita bisa membantu UMKM daerah untuk terus dapat mengembangkan usahanya melalui sejumlah pinjaman yang diberikan oleh Pertamina. Selama lima tahun terakhir ini, penyaluran Program Kemitraan di Kalimantan Selatan baru mencapai 500 juta. Maka dari itu, kami buka selebar-lebarnya kepada pelaku UMKM yang ingin menjadi mitra binaan kami.”Ujar Heppy Wulansari, Region Manager Communication & CSR Kalimantan

Menjadi mitraan binaan Pertamina cukup mudah yaitu usaha milik Warga Negara Indonesia, total penjualan pertahuan maksimum 2.5 milyar rupiah, kekayaan bersih maksimum 500 juta rupiah, usaha sudah berjalan minimum 6 bulan dan punya potensi berkembang, usaha milik sendiri (bukan anak perusahaan atau berafiliasi dengan usaha besar), dan badan usaha merupakan perseroan dan tidak berbadan hukum belum memenuhi persyaratan perbankan. Setelah syarat telah dipenuhi, tim dari Pertamina akan melakukan survey untuk dinilai mengenai kelayakan diberikan pinjaman atau tidak. Jika disetujui maka akan dilanjutkan dengan tanda-tangan kontrak.

Pinjaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kesanggupan dari calon mitra binaan dengan jasa administrasi 3%/tahun saldo menurun selama maksimal jangka waktu 3 tahun pengembalian. “Kita tidak ada bunga, tetapi jasa administrasi yang sebenarnya digunakan kembali untuk biaya pembinaan mitra seperti pelatihan dan keikusertaan mitra dalam pameran dalam dan luar negeri.” Tambah Heppy.

Pada kesempatan ini, materi mengenai program kemitraan Pertamina disampaikan oleh Silvani Maiyestuhariani, Officer CSR & SMEPP Pertamina Kalimantan.

Selain dari Pertamina, dua mitra binaan asal Kalimantan Selatan, Noor Hidayah (handicraft) dan Muhammad Toha Idris (barang antik dan aksesoris) asal Kalimantan Timur mengisi sesi pada hari ini mengenai pengalaman menjadi mitra binaan lebih dari 3 tahun. Toha mengatakan, “ Saya berterima kasih sekali dengan Pertamina, karena usaha saya makin besar dan memiliki pasar yang lebih luas karena sering diajak mengikuti pameran.”

Bagi warga Kalimantan Selatan yang berminat menjadi mitra binaan Pertamina disilakan untuk dapat mengunjungi Rumah Kreatif BUMN di Taher Square atau mengirim email ke contactpertamina6@mitrakerja.pertamina.com. Humas – Mc Kalsel / Fuz

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *