Pentingnya Menekan Ketimpangan Desa dan Kota

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (peci hitam) foto bersama dengan Kepala Desa se-Kalsel di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Kamis (14/3/2019). MC Kalsel/Ar

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor berkali-kali terus memantau bergerak turun ke desa-desa dan menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mendengar keluhan berbagai permasalahan secara langsung dari warga.

“Setelah bersama-sama jajaran turun ke desa-desa, Aparatur Kecamatan dan Kepala Desa terus ikut secara aktif memberikan bantuan dan dukungannya” ucap Paman Birin disela-sela arahannya kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kalsel di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Kamis (14/3/2019).

Sebagai orang nomor 1 di Kalsel, Paman Birin membeberkan 1 fokus Pemprov Kalsel adalah mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah, mengurangi ketimpangan kesejahteraan infrastruktur sehingga distribusi kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih merata lagi.

“Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Gini Ratio Kalsel terus mengalami penurunan sejak tahun 2016-2018” ujarnya.

Bahkan di perdesaan kondisinya lebih baik lagi sejak September 2016 sampai September 2018, Gini Ratio terus mengalami penurunan dari 0,298 pada September 2016 menjadi 0,279 pada September 2018 atau turun 0,019 poin dan angka ini menggambarkan bahwa kondisi ketimpangan di daerah perdesaan lebih baik dibandingkan daerah perkotaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel, Zulkifli mengatakan pentingnya pembangunan yang merata terutama pembangunan di perkotaan dengan pembangunan di perdesaan yang sangat berdampak pada melebarnya angka Gini Ratio sehingga harus diupayakan untuk selalu ditekan agar menjauh dari angka 1.

“Sebagai bukti dari hasil pembangunan desa yaitu menurunnya jumlah desa sangat tertinggal di Kalsel dari 256 tahun 2016 menjadi 89, Desa tertinggal dari 1.184 tahun 2016 menurun menjadi 859, Desa berkembang dari 409 tahun 2016 meningkat menjadi 863 dan Desa maju dari 16 meningkat menjadi 53” ungkapnya.

Disamping itu, data yang hadir Kepala Desa se-Kalsel kurang lebih 1.864 orang, 153 Camat dalam rangka konsolidasi dan sinergitas antara Pemprov, Kab/Kota dan Desa untuk bertekad bersama-sama bersinergi, bergerak membangun desa demi mensejahterakan masyarakat Kalsel. MC Kalsel/Ar

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *