Rakor Angkutan Lebaran 2018

Rapat Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Provinsi Kalsel di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel di Banjarmasin, Senin (21/5). MC Kalsel/rmd

LIBUR panjang Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah/2018 berdasar surat keputusan tiga menteri yakni Menpan-RB, Menteri Agama dan Menteri Tenaga Kerja terhitung sejak 11-20 Juni 2018, dipastikan akan berimbas dengan melonjaknya calon penumpang baik darat laut dan udara menuju atau meninggalkan Kalsel.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas maka harus dilakukan perencanaan, pemantauan dan pengendalian secara terpadu untuk pelayanan angkutan lebaran 2018.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Syamsir Rahman mengungkapkan Terjadi lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada penumpang yang menggunakan moda transportasi udara melalui Bandara Syamsudin Noor mencapai 322.013 orang pada 2018 ini. “Jadi, kami memprediksi terjadi kenaikan 6 persen dari tahun 2017, jumlah pemudik hanya 12.298 orang,” tutur Syamsir Rahman, saat mengikuti Rapat Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Provinsi Kalsel di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel di Banjarmasin, Senin (21/5).

Sementara itu, menurut dia, pemudik lebaran yang melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada 2018 diperkirakan mencapai 21.980 orang, naik 5 persen dibanding taun 2017 hanya 13.765 orang. “Sedangkan, pemudik lebaran dari Terminal KM 6, mencapai  20.912 orang dengan prediksi kenaikan 5 % dibanding tahun 2017 yang hanya 19.917 orang,” papar Syamsir.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah pun memastikan untuk peningkatan pelayanan angkutan lebaran diutamakan adalah kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan. Untuk mengantisipasi hal itu, Dishub bersama Polres setempat akan membangun posko, yang ditempatkan di terminal, pelabuhan dan lainnya untuk memberi informasi kepada masyarakat pemudik. “Kami target agar angka kecelakaan lalu lintas turun. Tahun 2017 lalu, bisa turun 51 persen, semoga tahun bisa terus ditingkatkan penurunan angka kecelakaan,” tegas Rusdiansyah.

Ia juga menekankan pentingnya para sopir untuk dites urine, karena menyangkut keselamatan para penumpangnya. “Tahun 2018 ini, kami ingin pelayanan terbaik dari seluruh operatr transportasi, agar para penumpang merasa aman dan nyaman,” tandasnya. MC Kalsel/rmd

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih