Perkembangan Ekonomi Syariah Di Kalsel Lebih Baik

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Herawanto memberikan sambutan pada Peresmian Relokasi Kantor Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Syariah Banjarmasin di Kantor BTN Cabang Syariah Banjarmasin, Jl. A. Yani Km 5 Banjarmasin, Senin (16/4). MC Kalsel/tgh

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Herawanto menjelaskan Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah merupakan salah satu bank yang memiliki pangsa pasar dalam perkembangan properti, menurut data Bank Indonesia pada triwulan IV tahun 2017, sumber pembiayaan properti melalui pinjaman bank di Kalsel memiliki proporsi 44,78%. Hal ini menunjukkan bahwa sektor properti di Kalsel memiliki prospek yang bagus.

“Perkembangan ekonomi syariah tentu tidak terlepas dari peran perbankan, terutama bank syariah dan dukungan pembiayaan dari industri perbankan menjadi salah satu tumpuan dalam memperkuat sektor – sektor usaha berbasis syariah” ucap Herawanto pada Peresmian Relokasi Kantor BTN Cabang Syariah Banjarmasin di Kantor BTN Cabang Syariah Banjarmasin, Jl. A. Yani Km 5 Banjarmasin, Senin (16/4).

Disamping itu, Herawanto mengungkapkan Kalsel merupakan kawasan yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan ekonomi syariah.

“BTN Syariah tentu dapat memberikan kontribusi besar dalam memajukan ekonomi syariah di Kalsel karena perannya penting dalam mendorong sektor properti sebagai lembaga keuangan yang berbasis syariah” ungkapnya .

BTN Syariah Banjarmasin diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi dan dapat berkontribusi besar dalam menciptakan perluasan akses keuangan berbasis syariah bagi masyarakat Kalsel.

Sementara itu Branch Manager BTN Syariah Banjarmasin, Nanang Widyantoro mengatakan BTN Syariah ini melayani program pembiayaan perumahan dan BTN Syariah memiliki aset pada tahun 2008 sebanyak Rp 6 miliar dan di tahun 2017 sudah meningkat sebanyak Rp 600 miliar. MC Kalsel/Ar

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *