JAMUR TUDUNG PENGANTIN, KEUNIKAN LEMBAH KAHUNG

Pernahkah melihat jamur cantik seperti di foto?  Nama jamur inipun secantik tampilannya, Tudung Pengantin.  Bentuknya yang bulat, putih dan seperti menyelubungi bagian inti tanaman, membuat jamur ini dijuluki atau dinamai dengan Tudung Pengantin.  Persis seperti tudung yang biasa dipakai pengantin wanita, menutupi bagian wajahnya sebelum sumpah janji pernikahan di budaya Eropa.

Jangan khawatir, sebentar lagi wisatawan lokal Kalimantan Selatan , bahkan nasional dan internasional, dapat menikmati keindahan jamur ini di wisata Lembah Kahung – Tahura Sultan Adam yang akan dibuka untuk umum, pada pertengahan tahun 2018 mendatang.  Setidaknya sudah disiapkan dana sebesar 750 juta rupiah, untuk pengembangan awal wisata Geopark Kahung, pada awal tahun 2017 nanti.

Dalam jumpa pers dikantornya Rabu (01/11) Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurrofiq menjelaskan, lokasi hutan hujan Kahung akan dijadikan sebagai obyek wisata alam andalan Kalimantan Selatan.  Dimana Kahung terlarang bagi kendaraan bermotor, untuk menjaga kealamiannya.  Apalagi jalan menuju lembah Kahung memang tidak diperuntukkan bagi kendaraan, karena hanya berupa track bagi para pendaki atau penjelajah hutan.  Selain itu, jalan di lembah Kahung terbilang cukup curam, dan berbahaya.  Karena itu, menurut Hanif, untuk memudahkan para wisatan nantinya, akan dibangun track dilapisi bebatuan agar jalan tidak terlalu licin.

Setidaknya terdapat ratusan pohon berukuran besar berdiameter hingga 2 meter, di sepanjang jalur lembah Kahung.  Lokasi ini juga mendapat julukan Kingdom of Mushroom, karena keragaman jamur yang tumbuh di areal hutan hujan alami tersebut.  Salah satu yang paling mencolok adalah jamur Tudung Pengantin.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih