KORSEL HIBAHKAN PLTS UNTUK KALSEL

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan sambut direksi perusahaan Korea Selatan di kantornya (sumber: Biro humpro Kalsel)

Listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan vital masyarakat saat ini, selain air bersih.  Tanpa aliran listrik, banyak aktivitas pekerjaan maupun usaha yang tertunda dan merugi karenanya.  Seperti yang terjadi pada 31  Agustus 2017 lalu, dimana hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan mengalami pemadaman hingga berjam – jam lamanya.  Bahkan beberapa wilayah, harus merasakan pemadaman hingga hampir 17 jam.  Apalagi padamnya aliran listrik ini, bertepatan dengan malam peringatan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah.

Pada Selasa (5/9) lalu, rombongan direksi Tau Su Construction Co. Ltd asal Korea Selatan, menyambangi kantor Wakil Gubernur, Rudy Resnawan di komplek perkantoran pemerintah Provinsi Banjarbaru.  Maksud kedatangan mereka untuk menyampaikan niat, untuk menghibahkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mini dengan daya 30.000 watt untuk Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu.  Kedatangan mereka ini, didampingi oleh General Manager PT. PLN Wilayah Kalselteng, Rustamadji.

Pada eksposnya di depan Wagub, Direktur Tau Su Construction Co. Ltd wilayah Indonesia, Park Yong Seok mengatakan, proses hibah PLTS ini masih dalam tahapan administrasi di tingkat kementrian.  Khususnya terkait perizinan dari kementrian ESDM.  Sebab hibah antar negara, memerlukan izin tersebut sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. Rencananya, PLTS ini akan diletakkan di kawasan siring kita Banjarmasin, dan halaman parkir kantor pemkab Tanah Bumbu.

Sementara itu, Wakil Gubernur, Rudy Resnawan menyambut baik pemberian hibah PLTS dari Korea Selatan ini.  Diharapkan PLTS ini dapat menyokong kebutuhan listrik di Kalimantan Selatan, khususnya kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu.  Menurut Wakil Gubernur, kerja sama ini merupakan tahap awal, dan jika ini berhasil serta memberikan multi efek positif bagi masyarakat,  maka kerjasama sama akan diteruskan dengan cakupan yang lebih luas. Apalagi saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang membuka pintu investasi seluas – luasnya, termasuk investasi pada sektor ketenagalistrikan.(RIW/RDM)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan