Strategi Pengembangan Standarisasi UMKM di Kalsel

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Abdul Haris Makkie menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Rapat Koordinasi Fasilitasi Kemitraan Dalam Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Dalam dan Luar Negeri di Aula Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu (19/7). MC Kalsel/tgh

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilar roda ekonomi masyarakat serta memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Abdul Haris Makkie pada Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakoor) Fasilitasi Kemitraan Dalam Peningkatan Daya Saing UMKM di Dalam dan Luar Negeri Tahun 2017 yang bertempat di Aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Prov. Kalsel, Banjarbaru, Rabu (19/7), mengatakan listing usaha/perusahaan sensus ekonomi 2016 Prov. Kalsel yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel menunjukkan bahwa 98,75 % dari 472.125 perusahaan non pertanian di Kalsel merupakan Usaha Mikro Kecil (UMK), di samping itu UMK juga menyerap kurang lebih 83,70 % tenaga kerja di Kalsel.

“Oleh karena itu, Pemprov Kalsel terus berupaya mengembangkan UMKM secara strategis, terukur, dan terencana. Strategi yang dilakukan Pemprov Kalsel ada 2 (dua) yakni penguatan infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi dan penguatan kebutuhan – kebutuhan  dasar seperti pendidikan dan kesehatan” ucap Haris.

Menurutnya, strategi pengembangan UMKM dapat dilakukan dengan memperkuat data dan segmentasi UMKM dari sisi produksinya dengan harapan pengembangan UMKM dapat lebih terarah sesuai dengan kebutuhan pasar.

Disisi lain para pengelola UMKM dapat menggali wawasan menambah pengetahuan bagaimana standar produk dan standar manajerial yang harus dipenuhi oleh unit usahanya , agar dapat meningkatkan daya saing usahanya, pada akhirnya UMKM mampu eksis dan terus berkembang secara berkelanjutan.

“Langkah lain yang juga terus dilakukan oleh Pemprov Kalsel adalah berupaya untuk memperluas akses permodalan bagi UMKM” ungkapnya.

Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, para pelaku pasar modal dapat melihat potensi – potensi unggulan Kalsel yang dimiliki oleh UMKM dan melakukan standarisasi produk, sehingga mampu bersaing baik di dalam negeri maupun luar negeri. MC Kalsel/Ar

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih