Nilai Tukar Petani Desember 2016 Naik Sebesar 0,08 Persen

Kabid Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan Arih Dwi Prasetyo menjelaskan mengenai perkembangan Nilai Tukar Petani Di Kalsel pada acara jumpapers di Aula BPS Kalsel,   Banjarbaru, Kamis (3/1). MC Kalsel/tgh

Pada Desember 2016 Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan tercatat 97,84 atau naik 0,08 persen dibanding NTP November 2016. Naiknya NTP ini disebab kan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,80 persen sedangkan indeks harga yang dibanyar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen.

“Dilihat dari subsektornya, tiga subsektor petanian mengalami kenaikan NTP dan dua subsektor mengalami penurunan NTP. Subsector holtikultural sebesar 0,69 persen, subsector tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,42 persen, dan subsector pertenakan sebesar 0,41 persen sedangkan Subsector tanaman pangan sebesar 0,81 persen dan subsector perikanan sebesar 0,59 persen,” kata Kabid Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan Arih Dwi Prasetyo pada acara jumpapers di Aula BPSKalsel, Banjarbaru, Kamis (3/1).

Menurutnya, pada Desember 2016 terjadi inflasi di daerah perdesaan Kalimantan Selatan sebesar 0,90 persen. Hal ini diakibatkan oleh naiknya indeks harga pada sub kelompok bahan makanan, makanan jadi, perumahan, kesehatan, dan pendidikan, rekreasi dan olahraga.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Selatan Desember 2016 sebesar 106,05 atau naik sebesar 0,70 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. Pada bulan Desember 2016, secara Nasional, Provinsi Riau mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 1,60 persen, Sebaliknya Provinsi Maluku Utara mengalami penurunan NTP Sebesar 1,08 persen,” ujar Arih. (tgh)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Uncle Hard Enduro 2022


Kalimantan Selatan, tepatnya Kiram Park kembali menjadi lintasan ajang balap internasional
"Uncle Hard Enduro" yang akan digelar pada 25 sampai 27 November 2022. Dengan konsep olahraga dan wisata (sport tourism),
ajang ini berpeluang mengenalkan keindahan alam Kalimantan Selatan ke mata dunia.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tahu dan tertarik masyarakat terhadap "Uncle Hard Enduro",
yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Selatan, setelah 2019 lalu.


Ya, Saya Bersedia

Tidak, terima kasih