Desember 2016 Kalsel Mengalami Inflasi Sebesar 0,83 Persen

Pada Bulan Desember 2016, di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,82 persen. Laju kumulatif tahun 2016 (Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 3,68 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 3,68 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Arih Dwi Prasetyo pada acara jumpa pers di Aula BPS Kalimantan Selatan, Selasa (3/1).

Menurutnya inflasi di Kota Banjarmasin Desember 2016 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam kelompok pengeluaranya itu kelompok bahan makanan sebesar 2,87 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,15 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,21 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,36 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olah raga sebesar 0,53 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,03 persen, dan satu kelompok mengalami penurunan yaitu kelompok sandang sebesar 0,62 persen.

“Beberapa Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain telur ayam ras, angkutan udara, daging ayam ras, dan tarif pulsa ponsel” ujar Arih.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain emas perhiasan, udang basah, ikan papuyu, melon dan biskuit.

Lebih jauh Arih menjelaskan di Kota Tanjung pada bulan Desember 2016 mengalami inflasi sebesar 1,02 persen. Laju inflasi kumulatif tahun 2016 (Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 2,18 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 2,18 persen.

Terdapat lima komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung selama bulan Desember 2016 antara lain daging ayam ras, kacang panjang, cabe rawit, jagung manis, dan telur ayam ras.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain beras, bayam, apel, sawi hijau, dan kangkung” imbuhnya.

Pada bulan Desember 2016, Kalimantan Selatan yang merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,83 persen, laju kumulatif tahun 2016 mengalami inflasi sebesar 3,57 persen dan laju inflasi “year on year” sebesar 3,57 persen. (Jml)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 


 

Pemprov Kalsel Perlu
Pendapat Anda!


Terima kasih telah mengakses portal berita kami.
Kesediaan anda mengisi survei kepuasan
sangat membantu kami untuk mengevaluasi
penyelenggaraan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) tahun 2022
demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan.

 

 


Ya, Saya Bersedia

 

Tidak, terima kasih